logo
You Are Here: Halaman Depan Opini PEMERINTAH DIMINTA SEGERA LAKSANAKAN PENINGKATAN KONSUMSI SUSU SEGAR DI DALAM NEGERI
contenthead
PEMERINTAH DIMINTA SEGERA LAKSANAKAN PENINGKATAN KONSUMSI SUSU SEGAR DI DALAM NEGERI PDF Print E-mail
Written by Teguh Boediyana   
Sunday, 26 December 2010 02:14
Oleh : Teguh Boediyana, Ketua Umum DPN (Dewan Persusuan Nasional) 

Pada hari ulang tahun koperasi ke-63 di Surabaya yang lalu, Presiden SBY dalam sambutannya antara lain menyatakan akan mendorong meningkatkan konsumsi susu  segar di dalam negeri. Meningkatkan konsumsi segar di dalam negeri memiliki dimensi sangat luas, karena susu segar dalam negeri dihasilkan oleh para peternak sapi perah yang sebagian besar adalah anggota koperasi. Supaya dampak dari meningkatkan konsumsi susu segar di dalam negeri lebih luas lagi, pemerintah diminta segera  mengimplementasikan pernyataan Presiden SBY tersebut dalam bentuk program pemberian susu untuk anak sekolah. 

Manfaat dari program pemberian susu untuk anak sekolah antara lain dapat memperbaiki sumber daya manusia khususnya untuk masyarakat bawah yang orang tuanya tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk membeli susu di pasaran. Untuk ukuran masyarakat tingkat bawah harga susu di pasar sangat mahal. 

Program pemberian susu untuk anak sekolah seharusnya sudah bisa dimulai, karena sudah ada modal dasar, yaitu koperasi susu memiliki 3 pabrik pengolahan susu segar di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Ke-3 pabrik pengolah susu segar tersebut memiliki kapasitas mengolah susu segar 350 ton/hari. Sebagai permulaan dari pelaksanaan program pemberian susu untuk anak sekolah, pemerintah dapat memanfaatkan fasilitas ke-3 pabrik pengolah susu milik koperasi tersebut. Apabila program pemberian susu untuk anak sekolah terus berkembang, maka kapasitas dari ke-3 pabrik pengolah susu tersebut bisa diperbesar. Sehingga secara bertahap bisa memproses susu segar untuk memenuhi program pemberian susu untuk anak sekolah secara nasional. 
Supaya program pemberian susu untuk anak sekolah bisa diimplementasikan sampai ke pelosok daerah, maka diminta ada kemauan politik dari pemerintah untuk menyediakan anggaran dari APBN guna menunjang pelaksanaan program pemberian susu untuk anak sekolah. Apabila pemerintah memiliki komitmen tinggi untuk memperbaiki sumber daya manusia, maka pemerintah harus memberikan dukungan sepenuhnya terhadap program pemberian susu untuk anak sekolah. Kemauan politik pemerintah yang telah diwujudkan dalam bentuk mengalokasikan 20% APBN untuk sektor pendidikan, seharusnya anggaran tersebut sudah termasuk untuk melaksanakan program pemberian susu untuk anak sekolah.  

Program pemberian susu untuk anak sekolah di Indonesia jauh ketinggalan dibanding negara-negara lain seperi AS, Kanada, Jepang, Korea Selatan, Thailand, India, dan Eropa yang sudah terlebih dahulu melaksanakan program pemberian susu untuk anak sekolah. Kalau program pemberian susu untuk anak sekolah bisa segera dilaksanakan  di Indonesia diharapkan memiliki manfaat ganda. Pertama, dapat memperbaiki sumber daya manusia jangan sampai terjadi “lost generation”.  Kedua, dapat mendongkrak harga susu segar di tingkat peternak sapi perah. Peternak sapi perah dengan memasarkan hasil produksinya melalui wadah koperasi dapat memperoleh nilai tambah tinggi. Selain itu, dapat mengurangi kebergantungan pemasaran susu segar hanya ke Industri Pengolah Susu (IPS). Dengan meningkatnya produksi susu yang dihasilkan peternak sapi perah rakyat, maka akan mendorong pergerakan kegiatan perekonomian di perdesaan. 

Yang menjadi pertanyaan, sejauh mana instansi pemerintah terkait memiliki komitmen tinggi terhadap pernyataan Presiden SBY tersebut. Untuk itu, Kantor Menko  Perekonomian diminta mengkoordinasikan lembaga pemerintah terkait untuk membuat program pemberian susu untuk anak sekolah. Program pemberian susu untuk anak sekolah akan menyangkut banyak instansi pemerintah, antara lain Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kementerian Sosial, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi, dan Kementerian Pertanian. Program pemberian susu untuk anak sekolah supaya segera diluncurkan, paling tidak tahun 2011 sudah harus bisa dimulai.

Selain sumber dana dari APBN, sumber pendanaan program pemberian susu untuk anak sekolah  juga bisa diperoleh dari dana CSR (Community Social Responbility) yang berasal dari BUMN maupun perusahaan swasta lainnya. Sasaran pemberian susu untuk anak sekolah harus  selektif, terutama  diprioritaskan bagi anak-anak sekolah  di daerah-daerah miskin. Namun pelaksanaannya juga harus terprogram dengan baik, diberikan secara terus menerus, sehingga hasilnya dapat dilihat secara terukur.

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

contentfoot

Main Menu

Visitor Website




Adsense Indonesia