logo
You Are Here: Halaman Depan Opini Pemilu dan Agribisnis
contenthead
Pemilu dan Agribisnis PDF Print E-mail
Written by Teguh Boediyana   
Tuesday, 14 April 2009 06:31
Pemilu legislatif dengan berbagai kekurangannnya telah berjalan pada tanggal 9 April 2009 kemarin. Meskipun hasil resmi dari Komisi pemilihan Umum (KPU) belum keluar, hasil Quick Count atau penghitungan cepat yang dilakukan berbagai lembaga survey sudah dipublikasi. Meskipun banyak yang tidak sependapat, hasil Qick Count dapat dijadikan suatu rujukan indikasi hasil pemilu legislatif tersebut. Seperti telah diperkirakan banyak pihak, Partai Demokrat dengan SBY sebagai ikonnya telah menempatkan diri sebagai peringkat pertama dan memperoleh sekitar 21 persen suara, disusul PDIP dan Golkar pada peringkat kedua dan ketiga. Diluar dugaan, terdapat dua partai baru yang masuk dalam 10 besar yaitu Gerindra dengan Prabowo Subianto sebagai ikon dan Hanura yang dimotori oleh Wiranto.
Sejauh mana kira-kira efek hasil Pemilu pada masa depan agribisnis di tanah air? Harus kita sadari bahwa para wakil rakyat inilah yang akan memiliki peran sangat besar pada masa depan bangsa. Para wakil rakyat dengan hak bujet dan hak inisiatif dapat membuat  keputusan politik di bidang agribisnis. Dalam masa kampanye kemarin memang susah dapat menangkap hal substansial dari para parpol atas komitmen mereka pada bidang agribisnis. Satu-satunya partai yang secara eksplisit menumpukan programnya untuk pertanian secara umum adalah Partai Gerindra. Namun demikian diperkirakan perolehan suara hanya sekitar 5 persen. Tidak mungkin dengan kekuatan tersebut akan mampu mempengaruhi lembaga politik DPR. Pada sisi lain, kita juga tidak menafikkan bahwa partai lain pasti memiliki perhatian pada bidang agribisnis mengingat bahwa konstituent mereka sebagian adalah orang-orang yang hidupnya bergantung di bidang pertanian. Tetapi yang kita tidak pernah tahu adalah seberapa besar komitmen mereka.
Terdapat link yang sangat erat antara para pemimpin di lembaga legislatif dan Presiden yang akan dipilih nanti. Kita belum tahu siapa yang akan menjadi Presiden terpilih meskipun dengan melihat komposisi yang menjadi pemenang Pemilu sekarang ini kita dapat mengira-ngira. Kita yakin siapapun yang menjadi Presiden, pasti tak akan dapat mengabaikan sektor agribisnis sebagai salah satu pilar kekuatan perekonomian bangsa. Hanya seberapa besar kadar komitmennya kita juga tidak tahu mengingat bahwa sektor industri, perdagangan dan jasa mempunyai kontribusi yang terbesar dari PDB kita.
Mencermati keadaan tersebut diatas, kita harusnya tergerak bahwa sektor agribisnis harus melakukan langkah proaktif untuk mampu mengemas berbagai isu di agribisnis sebagai isu politik dan memperjuangkan agar menjadi  keputusan politik. Para wakil di DPR tidak akan punya waktu yang cukup untuk berfikir daqn mengemas sendiri. Demikian juga jajaran di eksekutif. Oleh karena sejak saat ini seluruh komponen dan jajaran yang berada di sektor agribisnis harus mempersiapkan dan menyatukan diri untuk secara bersama memanfaatkan peluang yang terbuka untuk mengedepankan pembangunan agribisnis di negara kita ini. Disaat calon para wakil rakyat sedang bereuforia atas keberhasilan melenggang ke Senayan, kita semua jajaran agrobisnis harus bekerja keras menyiapkan untuk mengemas konsep dan action plan untuk lima tahun ke depan. Mari kita melangkah.
                               
                        Jakarta, Medio April 2009.

Oleh : Teguh Boediyana


 

 
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

contentfoot

Visitor Website




Adsense Indonesia