logo
You Are Here: Halaman Depan Terbaru Sapi Kini Bisa Jadi Jaminan Kredit Bank
contenthead
Sapi Kini Bisa Jadi Jaminan Kredit Bank
Written by Administrator   
Sunday, 13 February 2011 15:48
Anda punya sapi? Bank Indonesia (BI) mengungkapkan saat ini hewan ternak sapi sudah bisa menjadi agunan untuk mendapatkan kredit dari bank. Ini akan memudahkan para peternak sapi untuk mengembangkan bisnisnya menjadi lebih besar.
"Jadi mengenai masalah sapi, kini diakui sebagai agunan. Jadi tidak ada masalah," ujar Deputi Gubernur BI Budi Rochadi dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/2). Hadir di situ Direktur Direktorat Penelitan dan Pengaturan Perbankan BI Wimboh Santoso dan Direktur Utama PT Jasindo (Persero) Eko Budiwiyono.
Budi mengatakan hal tersebut untuk merespon permintaan Komisi IV agar sapi bisa diagunkan mengingat banyaknya permintaan peternak sapi akan kredit bank.

Menurut Budi, mungkin hal seperti ini belum banyak diketahui oleh beberapa debitur sehingga menurutnya, perlu dilakukan sosialisasi oleh bank-bank pemberi kredit."Harusnya Kementerian Pertanian juga bersama perbankan yang melakukan sosialisasi. Tetapi kami tahun ini mencoba bantu Kementerian Pertanian melalui kantor-kantor BI untuk coba sosialisasikan info seperti ini dan program-program terkait pertanian," jelasnya.

Sebelumnya, dalam kredit usaha pembibitan sapi atau KUPS, yang merupakan program kerja sama pemerintah pusat dengan pihak bank, dikhawatirkan sulit terserap koperasi-koperasi ternak. Agunan yang disyaratkan bank menjadi kendala, karena itu koperasi meminta sapi untuk dijadikan agunan.
Jamin Kredit Pertanian
Budi Rochadi juga mengemukakan, pihaknya meminta pemerintah untuk memberikan jaminan khusus alias "asuransi" kepada bank yang menyalurkan kredit pertanian. Seperti halnya Kredit Usaha Rakyat (KUR), bank sentral mengatakan sektor pertanian perlu diberikan insentif untuk menggenjot perekonomian. "Untuk dapat menggenjot kredit di sektor pertanian ada baiknya jika pemerintah memberikan jaminan seperti KUR. Kami mengharapkan hal ini karena kredit pertanian digunakan oleh masyarakat kelas bawah yang tingkat risikonya perlu dikaji lebih jauh," ujarnya.

Menurut Budi, hal tersebut akan menjadi sebuah insentif bagi bank untuk dapat menyalurkan kredit di sektor pertanian. Ketika KUR dijamin pemerintah, Budi mengungkapkan, realisasinya meningkat cukup signifikan."Di KUR 100% itu ditanggung pemerintah, nah seperti halnya KUR sekor pertanian hendaknya dijamin juga hingga 100%," tegasnya.

Di tempat yang sama Direktur Direktorat Penelitan dan Pengaturan Perbankan BI Wimboh Santoso mengatakan potensi kredit di sektor pertanian cukup besar.
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

contentfoot

Visitor Website




Adsense Indonesia