
| TAHUN 2011 KONDISI PANGAN NASIONAL TIDAK AMAN |
| Written by Administrator | |||||||||
| Sunday, 09 January 2011 22:50 | |||||||||
![]() Jakarta, (Agribisnews) Tahun 2011 kondisi pangan termasuk kategori tidak aman, karena masih akan terjadi kekurangan pasokan pangan. Penyebabnya antara lain kondisi sawah tidak pernah kering, sehingga terjadi keasaman tinggi dan tidak ada upaya mengatasinya. Sehingga produksi tidak akan maksimal seperti pada saat iklim normal. Ketua Umum KTNA (Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan) Nasional, Ir. H. Winarno Tohir mengatakan kepada Agribisnews. Banyaknya curah hujan selama bulan Maret-April 2011 berbarengan saat musim panen berlangsung, terjadi kelembaban tinggi sehingga mempercepat berkembang-biaknya hama wereng. Sementara petani sedikit yang menggunakan benih padi varietas unggul tahan wereng. Dengan demikian tanaman padi rentan terhadap serangan hama wereng. Banyaknya curah hujan juga menambah merajalelanya hama tikus. Untuk memutuskan siklus berkembang-biaknya hama, biasanya diputus dengan membiarkan sawah tidak ditanami (bera) dalam satu musim tanam. Namun kondisi saat ini berbeda, lahan persawahan digenangi air terus, sehingga memudahkan berkembang-biaknya hama/penyakit. Begitu juga hama keong mas dengan mudah berkembang-biak, karena telornya terbawa air kemana-mana, sehingga menyebar luas ke daerah lain. Serangan penyakit berupa kerdil tumbuh dan hampa juga menyerang walaupun tidak banyak. Diperkirakan sampai bulan Mei 2011 akan banyak hujan, juga menyebabkan proses penyerbukan terganggu dan tidak sempurna. Sehingga produksi gabah tidak maksimal, ditambah lagi saat panen banyak hujan mengakibatkan kualitas gabah turun. Mengamati data tahun 2010, bahwa luas panen terjadi kenaikan, produktivitas per hektar naik, namun kenapa produksi gabah nasional tidak naik secara signifikan. Pada tahun 2011, data-data tersebut masih akan diuji lagi kebenarannya/keakuratannya. Memasuki tahun 2011 kondisi harga beras tinggi, harga beras medium mencapai Rp7.000/kg, dan beras premium Rp10.000/kg. Impor beras yang sudah mencapai 1,3 juta ton, ternyata hanya bisa menahan harga beras untuk tidak naik lagi. Walaupun menjelang tahun baru di beberapa daerah harga beras ada yang turun sekitar Rp100-200/kg. Hal itu dipicu liburan akhir tahun, sehingga permintaan beras masyarakat tidak banyak. Setelah tahun baru, nampaknya harga beras mulai naik lagi, dan puncaknya diperkirakan akan terjadi pada pertengahan sampai akhir bulan Januari 2011. Pada bulan Februari 2011 harga beras akan bertahan stabil tinggi, kemudian bulan berikutnya mulai turun seiring dengan mulai memasuki musim panen. Penurunan harga gabah/beras diperkirakan tidak sampai menyentuh batas dibawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP), karena persediaan gabah di petani sudah habis. Dengan demikian diperkirakan Bulog sedikit sekali mendapatkan gabah/beras, karena waktunya pendek untuk membeli gabah petani. Oleh karena itu diperlukan kecepatan dan ketepatan dalam melakukan pembelian gabah petani. Tetapi dengan kondisi musim hujan, nampaknya bukan hal mudah untuk mendapatkan gabah yang kualitasnya memenuhi standar. Pemerintah berjanji akan membuat kebijakan perberasan yang elastis, tetapi sampai sekarang belum turun. Melihat saat ini harga gabah masih tinggi, kemungkinan HPP tidak dinaikkan. Pertimbangan lainnya menurut pakar, harga beras Indonesia lebih tinggi dari harga beras di pasar dunia. Tetapi KTNA memprediksi mulai pertengahan sampai akhir tahun 2011 harga beras dunia akan seimbang bahkan lebih tinggi daripada harga beras di Indonesia. Hal seperti itu pernah terjadi pada tahun 2008, harga beras dunia bergejolak naik tinggi, tetapi harga beras di Indonesia tidak terganggu bahkan tetap stabil. Menurut informasi tahun ini Thailand telah menyatakan tidak akan melakukan ekspor beras. Thailand akan mengamankan kebutuhan beras di dalam negerinya sendiri. Yang masih menyatakan akan melakukan ekspor beras adalah Vietnam. Dilihat dari luas panen per kapita, di Thailand sekitar 2 kali Indonesia, dan Vietnam 3 kali Indonesia, meskipun terjadi penurunan produksi, masih bisa untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, karena kedua negara tersebut memiliki areal panen yang luas. Sebaliknya Indonesia akan terjadi kesulitan. Pada tahun 2010 dikatakan produksi beras surplus, tetapi kenyataannya pemerintah melakukan impor beras sekitar 1,3 juta ton. Dari awal sebenarnya sudah bisa dihitung bahwa Bulog akan kekurangan stok beras. Perhitungannya untuk memenuhi kebutuhan raskin, Bulog memerlukan beras 3,2 juta ton. Namun hanya bisa membeli beras produksi dalam negeri 1,8 juta ton, sehingga masih kekurangan sekitar 1,4 juta ton. Begitu juga di tahun 2011 Bulog masih memerlukan 3,2 juta ton beras, namun diperkirakan hanya bisa memperoleh beras dari produksi dalam negeri sekitar 1,5 juta ton. Untuk memperoleh tambahan stok beras berasal dari impor semakin sulit. Thailand sudah menyatakan tidak melakukan ekspor beras. Tinggal Vietnam yang masih akan melakukan ekspor beras, tetapi banyak negara lain yang mencari beras ke Vietnam. Sehingga permintaan beras ke Vietnam akan lebih banyak, dan dampaknya akan menaikkan harga beras di pasar dunia. Pakistan sudah menawarkan beras ke Indonesia. Tetapi kualitas beras Pakistan lebih jelek dari kualitas beras milik petani Indonesia yang ditolak masuk ke gudang Bulog. Kalau tidak ada gerakan dengan langkah-langkah yang nyata, krisis pangan tinggal menunggu waktunya saja. Dengan harga beras di dalam maupun luar negeri tinggi, maka konsumen harus siap-siap membeli beras dengan harga mahal. Supaya hal itu tidak terjadi, pemerintah bersama petani perlu kerja keras meningkatkan produksi. Pemerintah harus mendengarkan kebutuhan bantuan yang diperlukan petani. Menghadapi anomali iklim, yang paling berat adalah mengatasi masalah-masalah di on farm. (***)
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|



Hallo pak Rico.bisa kita joint untuk ...
Saya ingin cari teman yang mempunyai ...
@Ahmad, anda adalah orang yang be...
i like..koperasi is the best..
saya punya perternakan ayam telur hij...