
| Dirugikan Monopoli, Peternak Sapi Ingin Lepas dari Nestle |
| Written by Administrator | |||||||||
| Tuesday, 16 June 2009 06:33 | |||||||||
|
Endy memaparkan, penurunan harga susu secara sepihak akan terus terjadi jika tak ada perusahaan susu lainnya yang bisa menjadi pesaing Nestle. “Dengan alasan harga susu impor turun, Nestle bisa dengan seenaknya terus menurunkan harga. Peternak sapi perah akan terus menjerit,” tambah dia. Penurunan harga susu kali pertama dilakukan pada Desember 2008 lalu. Harga susu yang semula Rp 3.900 perliternya diturunkan menjadi Rp 3.700 atau ada penurunan harga Rp 200. Saat itu penurunan dilakukan karena harga susu impor turun.
Dengan alasan yang sama, penurunan harga kembali dilakukan Nestle sejak pertengahan April lalu. Penurunan harganya lebih tinggi yakni Rp 300 perliter. Sehingga harga susu menjadi Rp 3.400. Karenanya, Endy meminta kepada pemkab agar segera mencari investor yang mampu dan mau mendirikan pabrik susu di Malang. Beberapa waktu tahun lalu, dirinya juga pernah mendapatkan kabar akan ada perusahaan susu yang tertarik masuk di kabupaten. Tepatnya akan mendirikan pabrik di Singosari. Namun, dia tak tahu alasannya mengapa investor tersebut gagal merealisasikan niatnya. Selain mendirikan pabrik susu, salah satu cara agar sekitar 12 ribu peternak sapi tak tergantung dengan Nestle, dalam waktu dekat pemerintah akan mencanangkan gerakan minum susu. Gerakan minum susu ini akan digelar di seluruh SD di Kabupaten Malang. Dengan gerakan ini, maka peternak susu tak perlu lagi menyetor semua produknya ke pabrik susu. Untuk pendanaan gerakan minum susu, lanjutnya, akan didanai langsung oleh pemerintah pusat. “Dalam setiap minggunya, gerakan minum susu direncanakan akan dilakukan sebanyak dua kali. Dengan gerakan ini, peternak bisa sedikit menghilangkan ketergantungannya kepada Nestle,” sambungnya.
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|


Peternak sapi perah di Kabupaten Malang khawatir harga susu kembali diturunkan secara sepihak oleh PT. Nestle. Karenanya, mereka berharap agar Pemkab Malang mampu mencarikan solusi. Misalnya dengan menggandeng perusahaan pabrik susu besar lainnya untuk masuk ke Malang. Kekhawatiran peternak itu disampaikan kepada Endy Kusaeri, kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang. “Selama ini harga susu di Malang menjadi monopoli Nestle. Ini karena mereka merupakan satu-satunya penampung susu,” ucap Endy. Dari sekitar 250 ton hingga 250 ton produksi susu setiap harinya yang dihasilkan peternak Kabupaten Malang, sekitar 95 persen disetorkan ke Nestle. Sedangkan sisa produksinya sekitar 5 persen dibeli KUD untuk pasteriusasi di tiga koperasi. Yakni KUD Dau, Pujon, Turen.
@Ahmad, anda adalah orang yang be...
i like..koperasi is the best..
saya punya perternakan ayam telur hij...
saya pnya perternakan ayam bertelur h...
I will recommend not to hold off unti...