|
Written by Administrator
|
|
Thursday, 28 May 2009 20:43 |
1. Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (DPP PPSKI) pada tanggal 19 – 20 Mei 2009 telah menyelenggarakan Musyawarah Nasional ke VII Perhimpunan Peternak Sapi Indonesia di kota Solo. Mans ke-VII dengan tema : “Dengan Semangat Kebangkitan Nasional Meningkatkan Kesejahteraan Peternak Sapi dan Kerbau di Tanah Air“ dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah Letjen (Purn) Bibit Waluyo pada tanggal 19 Mei 2009 di Loji Gandrung Solo.

2. Dengan pertimbangan antara lain untuk menyikapi secara cerdas globalisasi yang ada sekarang ini sebagai suatu peluang di satu sisi dan di sisi lain sebagai hal yang perlu diwaspadai sebagai ancaman, serta mempertimbangkan pula perlunya menjaga kelangsungan usaha peternakan serta kesejahetaraan peternak sapi/kerbau , Musyawarah Nasional ke-VII PPSKI menyampaikan masukan kepada Pemerintah antara lain : Pertama, mendesak kepada Pemerintah dan DPR untuk segera meninjau kembali keputusan politik yang telah dituangkan dalam Undang-undang Perernakan dan Kesehatan Hewan yang melegalisir impor produk hewan ruminansia yang segar (termasuk daging sapi dan kerbau) dari Negara yang statusnya belum bebas dari Penyakit Hewan Menular Utama termasuk Penyakit Mulut dan Kuku. Hal ini jelas sangat mengundang risiko yang besar terhadap kelangsungan usaha peternakan sapi dan kerbau di tanah air.
Kedua, mendesak kepada Pemerintah untuk segera mengambil keputusan politik merealisasikan program Susu untuk Anak Sekolah (School Milk) dengan menggunakan susu segar yang dihasilkan dari usaha peternakan sapi perah rakyat.
Ketiga, mendesak kepada Pemerintah untuk segera mencabut Peraturan Menteri Keuangan No. 19 tahun 2009 yang menurunkan Bea Masuk komoditas susu menjadi 0 (nol) persen dan segara menaikkan bea masuk atas komoditas tersebut pada tingkat tarif sedikit dikitnya 5 (lima) persen.
Keempat, mendesak kepada Pemerintah segera menyediakan skim kredit yang khusus dengan tingkat bunga rendah dan persyaratan kredit yang lebih lunak untuk mempercepat pengembangan usaha peternakan sapi perah dan sapi potong rakyat.
Kelima, mendesak Pemerintah agar penataan ulang data dan kondisi riil peternakan sapi dan kerbau yang ada.
Keenam, mendesak kepada Pemerintah untuk segera menggariskan kebijakan yang menjamin ketersediaan lahan khusus guna penyediaan hijauan pakan ternak.
3. Selain dari itu Musyawarah Nasional ke-VII PPSKI telah memilih pengurus Dewan Pimpinan Pusat dengan susunan sebagai berikut : | Ketua Umum | : | Teguh Boediyana
| | Ketua I (Bidang Terrnak Sapi Perah) | : | Drh. Pammusureng | | Ketua II (Bidang Ternak Sapi Potong) | : | Didiek Purwanto | | Ketua III (Bidang Ternak Kerbau) | : | Jasmal A. Syamsu | | Ketua IV (Bidang Litbang) | : | Hendrawan Sutarto | | Sekretaris Jenderal | : | Rochadi Tawaf | | Wakil Sekretaris Jenderal | : | Warsito | | Bendahara | : | H. M. Sadat | | Wakil Bendahara | : | Tony Abrianto |
4. Sebagai rangkaian acara Musyawarah Nasional, pada hari Kamis 21 Mei 2009 diselenggarakan Lomba Menggambar Sapi bagi anak TK-SD dengan tema : “Memakan Lebih Banyak Daging Sapi Lokal, Minum Lebih Banyak Susu Segar (Eat More Local Beef Drink More Fresh Milk)“. Lomba Menggambar yang dilaksanakan di Taman Bale Kambang Solo diikuti oleh sekitar 800 anak-anak. Acara lomba menggambar ini selain untuk mengali potensi seni anak-anak, juga sebagai ajang untuk untuk mensosialisasikan dan menggalakkan gerakan minum susu segar bagi anak-anak.  
|
@Ahmad, anda adalah orang yang be...
i like..koperasi is the best..
saya punya perternakan ayam telur hij...
saya pnya perternakan ayam bertelur h...
I will recommend not to hold off unti...