|
Akses pembiayaan terhadap peternak sapi potong di Jawa Barat masih sangat minim. Dari sekitar 80.000 peternak sapi potong, tidak lebih dari lima persen atau 4.000 orang yang mendapat kredit
dari sejumlah lembaga keuangan. Untuk itu, pemerintah didesak mendesain konsep pembiayaan dengan pola penjaminan yang mampu dijangkau peternak. Wakil Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Yudi Guntara mengatakan, selama ini para peternak sulit mengakses kredit terutama ke perbankan karena tidak mampu memenuhi syarat terkait penjaminan. "Boleh dikatakan, selama perbankan tetap mempertahankan mekanisme pembiayaan dengan syarat yang berat seperti itu, kondisi peternakan sapi potong di Indonesia tidak akan beranjak lebih baik," ungkapnya, beberapa waktu lalu di Bandung. Kendati demikian, ia memahami mekanisme penyaluran kredit dari perbankan yang cenderung kaku. Dicontohkan Yudi, kredit yang telah disalurkan kepada peternak sapi potong di Jabar juga menerapkan sistem bapak angkat atau pun kemitraan yang berfungsi membantu penjaminan pinjaman.
Sebagai solusi jangka pendek, Yudi mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jabar mengalokasikan dana guna membantu penjaminan dengan sistem kolateral adalah hal yang positif. Melalui APBD 2009, Pemprov Jabar telah mengalokasikan dana sebesar Rp 100 miliar untuk menjamin kredit di sektor agro melalui program Gerakan Multi Agribisnis. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 45 miliar akan digunakan membantu penjaminan pinjaman di sektor peternakan.
Dengan bantuan penjaminan Rp 45 miliar itu, Yudi yang juga Ketua Umum Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) tersebut memperkirakan, dana yang terserap bisa mencapai sepuluh kali lipatnya atau sekitar Rp 450 miliar. Dengan asumsi harga bibit sapi potong saat ini sekitar Rp 5 juta per ekor, populasi ternak di Jabar bisa bertambah sebanyak 90.000 ekor. Saat ini, populasi sapi potong di Jabar baru sekitar 220.000 ekor.
Sumber: http://kompas.co.id
|
@Ahmad, anda adalah orang yang be...
i like..koperasi is the best..
saya punya perternakan ayam telur hij...
saya pnya perternakan ayam bertelur h...
I will recommend not to hold off unti...