Sektor peternakan terpukul akibat membanjirnya produk impor ke Indonesia, terutama ke Jawa Barat. Kondisi ini dipastikan akan semakin parah karena relatif rendahnya proteksi yang diberikan pemerintah di sektor ini. Hal tersebut dikemukakan Staf Ahli Perhimpunan Peternak Unggas Indonesia (PPUI) Waryo Sahru di Bandung, Rabu (2/4).
Waryo mengemukakan, membanjirnyaproduk-produk unggas impor, terutama daging ayam, sebenarnya sudah berlangsungsejak lama melalui usaha pola integrasi. Selama ini usaha peternakan unggas danproduk-produknya di Indonesia sudah berlangsung dalam sistem kartel, ketikaperusahaan-perusahaan besar semuanya berstatus penanaman modal asing (PMA).
"Apalagi jika pemerintah danDPR kemudian mengesahkan RUU Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), jelas usahapeternakan unggas rakyat akan habis karena kini tinggal tersisa sepuluh persen.Kami tak habis pikir, mengapa belum ada aparat pemerintah yang mampu melawantekanan pengusaha asing atas usaha lokal," katanya.
Disebutkan, produk-produk impor yangsejak lama dan diperkirakan akan kembali terjadi, adalah impor paha ayam. Halini karena di negara produsen industri terbesar unggas dunia yakni AmerikaSerikat, paha ayam merupakan bagian yang kurang diminati konsumen, kemudiandiekspor ke Indonesia dalam bentuk produk nugget.
Dari peternakan sapi perah, KetuaPerhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Rochadi Tawafmenyatakan, diberlakukannya bea masuk sampai nol persen bagi produk susu impor,dinilai akan memancing berbagai industri pengolah susu (IPS) lebih memilihproduk impor karena harganya lebih murah. Sebaliknya, usaha peternakan sapilokal rakyat, khususnya sapi perah, tinggal menunggu waktu "kematian"jika tak ada uluran tangan pemerintah dalam penyaluran.
Menurut Kepala Dinas Peternakan JawaBarat Koesmayadie, jika ada keberanian dan kemampuan Pemprov Jabar membeliproduk susu segar dari peternak rakyat untuk disalurkan kepada anak-anaksekolah masing-masing setengah gelas per orang, diperhitungkan Jabar akankekurangan pasokan 4,79 juta liter susu per bulan. "Di satu sisi, ini akanmeningkatkan kualitas gizi masyarakat, di sisi lain menjadi peluang bagipeternak," ujarnya.
Dari hortikultura, Ketua AsosiasiPedagang Komoditas Agro (APKA) Ciamis Asep Halim mengatakan, dari seluruhproduk yang ada, produk-produk sayuran dan padi Jabar sebenarnya cukup mampumenjadi tuan rumah di negeri sendiri. Hanya produk buah-buahan impor, terutamaasal Cina yang selama ini mendominasi pasaran di Indonesia.
"Karena harganya lebih murah,produk lokal sulit bersaing akibat biaya produksi tinggi, terutama saranaproduksi pertanian, karena pupuk khusus buah-buahan dan pestisida memang terusnaik harganya. Urusan buah-buahan impor memang sejak lama menjadi keluhan, yangdiharapkan agar pemerintah mampu mengatasinya dengan mengeluarkan aturan beamasuk lebih ketat," katanya.
Kinerja impor
Sementara itu, Badan Pusat Statistik(BPS), Rabu (1/4) melansir nilai impor pada bulan Januari mencapai 5,82 miliardolar AS atau menurun 11,89 persen dibandingkan dengan Januari 2009, yangterdiri atas impor migas sebesar 0,77 miliar dolar AS (13,25 persen) dan impornonmigas sebesar 5,04 miliar dolar AS (86,75 persen).
"Selama Januari-Februari 2009,nilai impor Indonesia mencapai 12,42 miliar dolar AS dengan impor migas sebesar2,05 miliar dolar AS (16,53 persen) dan impor nonmigas sebesar 10,36 miliardolar AS (83,47 persen)," ujar Kepala BPS Rusman Heriawan di kantor BPS,Jakarta, Rabu (1/4).
Namun, dari sepuluh golongan barangutama impor nonmigas Indonesia, empat golongan barang naik pada Februari 2009dibandingkan dengan Januari 2009 yaitu pesawat udara dan bagiannya sebesar191,0 juta dolar AS (225,50 persen), kapal, perahu, dan struktur terapung 38,1juta dolar AS (32,10 persen), bahan kimia organik 12,1 juta dolar AS (5,89persen), serta plastik dan barang dari plastik 7,7 juta dolar AS (4,36 persen).
"Sementara dilihat daristruktur impor Indonesia yang diperinci menurut golongan penggunaan barang,selama Januari-Februari 2009 dibandingkan dengan periode yang sama tahunsebelumnya peranan impor barang modal meningkat dari 15,69 persen menjadi 21,25persen," ujar Rusman.
Berdasarkan negara asal barangutama, impor nonmigas dari Cina merupakan yang terbesar yaitu sebesar 752,5 jutadolar AS atau 14,92 persen dari keseluruhan impor nonmigas Indonesia, diikutiJepang 681,2 juta dolar AS (13,50 persen), Singapura 584,4 juta dolar AS (11,58persen), Amerika Serikat sebesar 559,0 juta dolar AS (11,08 persen), KoreaSelatan 291,0 juta dolar AS (5,77 persen), Thailand 271,7 juta dolar AS (5,39persen), Malaysia sebesar 215,9 juta dolar AS (4,28 persen), Jerman 209,7 jutadolar AS(4,16 persen), Australia 190,1 juta dolar AS (3,77 persen), dan Taiwan113,0 juta dolar AS (2,24 persen).
Impor nonmigas dari Prancis sebesar102,6 juta dolar AS (2,03 persen) dan Inggris sebesar 67,6 juta dolar AS (1,34persen). Secara keseluruhan, kedua belas negara utama tersebut memberikan peransebesar 80,06 persen dari total impor nonmigas Indonesia.
Pajak impor Jabar
Di tempat terpisah, Kepala KantorWilayah Pajak Jabar I, Pandu Bastari didampingi Kakanwil Pajak Jabar II TaufiekHerman menyatakan, dalam dua bulan pertama pada tahun 2009, PPN impor dan PPhimpor di Jawa Barat anjlok sampai minus dua belas persen.
"Ada dua kemungkinan penyebabanjloknya pemasukan pajak dari PPN impor dan PPh impor di Jawa Barat.Kemungkinan pertama adalah industri pengolahan dalam keadaan tidak sehat karenadampak krisis global. Kemungkinan kedua, pengadaan bahan baku yang tadinyaharus impor, saat ini dialihkan dengan menggunakan produk dalam negeri,"ujarnya seusai bertemu Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Sate Jln.Diponegoro Bandung.
Sebelumnya, Pandu menyatakan, untuktriwulan pertama 2009 khusus untuk PPh barang impor meningkat menjadi Rp 47,27miliar (2,18%) dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun lalu yang mencapaiRp 46,26 miliar.
Pandu menjelaskan, barang impor yang masuk keJawa Barat, sebagian besarnya didominasi barang-barang modal atau bahan baku,terutama bahan baku untuk keperluan tekstil dan produk tekstil (TPT).
@Ahmad, anda adalah orang yang be...
i like..koperasi is the best..
saya punya perternakan ayam telur hij...
saya pnya perternakan ayam bertelur h...
I will recommend not to hold off unti...