logo
You Are Here: Halaman Depan Agribis Persusuan Catatan Persusuan di Akhir Tahun 2007
contenthead
Catatan Persusuan di Akhir Tahun 2007 PDF Print E-mail
Written by Teguh Boediyana   
Saturday, 21 March 2009 22:16
Pada tahun 2007 negara kita diwarnai dengan beberapa peristiwa penting dalam bidang  persusuan. Mengawali catatan penting di tahun 2007 adalah ketika di awal tahun 2007 tepatnya mulai 1 Januari 2007 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 2007 komoditas susu segar sebagai komoditas primer pertanian dibebaskan dari PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 10 persen. Sebelumnya susu segar yang dijual oleh Koperasi Susu ke IPS atau pihak lain dikenakan PPN sebesar 10 persen. Hal itu mulai diberlakukan mulai tahun 2001 didasarkan pada Peraturan Pemerintah No. 12/2001.
Catatan penting lain yang terjadi di tahun 2007 adalah ketika di sekitar bulan Mei terjadi kelangkaan pasokan susu terutama susu formula disertai kenaikan harga susu di pasar. Terjadi kepanikan dari konsumen dan Pemerintah turun tangan untuk ikut sreta mengatasi masalah ini dengan mengundang Industri Pengolah Susu yang ada di tanah air. Memang terjadi suatu perubahan yang tidak diduga di pasar internasional ketika mulai bulan Maret 2007 harga komponen bahan baku susu masing-masing skim milk powder dan butter milk harganya mulai merambat naik dengan ekstrim. Skim milk powder yang pada bulan Januari 2007 harga rata-rata US $3050 per Metrik Ton tiba-tiba melonjak secara tajam menjadi US $3.800 per Metrik Ton di bulan Maret. Harga terus merangkak sampai mencapai puncaknya pada bulan Agustus 2007 yang mencapai sekitar US $5.000 per Metrik Ton.
Demikian pula halnya dengan Butter (Lemak susu) yang juga adalah komponen bahan baku susu untuk Industri Pengolahan Susu. Harga rata-rata di pasar internasional pada bulan Januari 2007 US $2025 per Metrik Ton juga melonjak menjadi US $2300 per Metrik Ton pada bulan Maret. Seperti halnya Skim Milk Powder, harga butter terus bergerak naik dan mencapai puncaknya pada bulan September yang mencapai US $6.000,- per Metrik Ton. Setelah itu harga beranjak turun dan harga di bulan November 2007 adalah US $5.300 per Metrik Ton. Sedangkan harga Skim Milk Powder juga menurun dan harga pada bulan November pada tingkat US $4.300 per Metrik Ton.  
Kalau dibandingkan dengan harga di bulan Januari 2007, harga saat ini untuk Skim Milk Powder mencapai kenaikan sekitar 50 %, dan pada puncaknya di bulan Agustus kenaikan mencapai sekitar 75 persen. Sedangkan untuk lemak susu (butter) kenaikan harga lebih tajam dimana pada puncaknya kenaikan harga mencapai hampir 200 % di bulan Agustus 2007, dan posisi harga sekarang dibandingkan bulan Januari 2007 mencapai sekitar 140 persen.
Disinyalir bahwa kenaikan harga yang sangat tajam tersebut disebabkan oleh faktor penggunaan bahan baku pakan ternak terutama jagung untuk bahan baku biofuel. Dengan semakin meningkatnya upaya dari berbagai negara maju untuk memproduksi biofuel untuk mengimbangi kenaikan harga minyak yang terus membumbung, maka dapat dipastikan bahwa harga bahan baku susu di pasar internasional akan sulit untuk turun kembali. Hal ini dipastikan pula berimplikasi terhadap harga produk susu di tanah air dimana sekitar 70 % susu masih harus diimpor untuk memenuhi kebutuhan susu nasional.
Peristiwa lain yang perlu untuk dicatat di tahun 2007 adalah bahwa sebagai akibat kenaikan harga susu dunia, peternak sapi perah  yang umumnya sapi perah rakyat dapat sedikit bernafas lega karena Industri Pengolah Susu secara proaktif menaikkan harga pembelian susu segar yang dihasilkan mereka. Seperti kita telah maklumi bahwa sekitar 30 % kebutuhan susu nasional dipenuhi dari susu segar yang dihasilkan para peternak sapi perah. Sekitar 95 persen dari 1,2 juta liter susu segar per hari yang dihasilkan para peternak tersebut dijual sebagai bahan baku Industri Pengolahan Susu. Para peternak sapi perah bersyukur bahwa dengan kenaikan harga susu dunia tersebut mulai bulan Mei mereka menikmati kenaikan harga susu yang lebih baik yakni pada kisaran Rp. 2500 s/d Rp. 3.250 per liter sesuai dengan kualitas. Kalau dibandingkan dengan harga bahan baku susu impor setara susu segar, harga susu yang diberikan kepada peternak masih lebih rendah. Diperkirakan dengan tingkat harga bahan baku susu dunia yang terdiri dari Skim Milk Powder dan Butter seperti sekarang ini, maka harga bahan baku susu impor setara 1 (satu) liter susu segar berkisar Rp.5.500,-. Hal ini yang mendorong para Industri Pengolahan Susu secara aktif memburu bahan baku susu dari para peternak.
Catatan ke empat peristiwa persusuan di tanah air kita adalah terbentuknya Dewan Persusuan nasional. Difasilitasi oleh Menteri Pertanian, pada tanggal 9 Agustus 2007 di Solo telah dideklarasikan pembentukan Dewan Persusuan Nasional (Indonesia National Dairy Board) oleh para pemangku kepentingan (stake holders) dan tanpa melibatkan unsur pemerintah. Wadah Dewan Persusuan Nasional dengan visi terwujudnya agribisnis persusuan yang berkelanjutan, berdaya saing, mandiri dan mensejahterakan masyarakat. Diharapkan dapat menjadi salah satu unsur pemercepat untuk membangun agribisnis persusuan di tanah air dan menangkap peluang yang ada baik di negara kita maupun di forum internasional
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

contentfoot

Visitor Website




Adsense Indonesia